POHON SUKUN MEMELIHARA IKLIM, MEMPRODUKSI KARBOHIDRAT dan MENINGKATKAN EKONOMI KERAKYATAN MASA DEPAN
Masalah yang Dihadapi Bumi.
Karena kegiatan bermacam industri, transportasi berbahan bakar fosil dan kegiatan pertanian yang menggunakan energi fosil untuk membuat pupuk, pestisida dan energi untuk mengolah lahan selama bermilenial utamanya sesudah Revolusi Industri maka terjadilah pemanasan bumi. Perubahan iklim menyebabkan banyak negara yang produksi pangannya terganggu sehingga pangan berkurang. Pembatasan penggunaan energi fosil dalam perjanjian-perjanjian yang disponsori PBB menyebabkan harga energi mahal. Beban memproduksi pangan bertambah berat. Inflasi bertambah tinggi. Banyak negara mengalami krisis ekonomi. Berjuta-juta manusia terancam kekurangan pangan.
Apalagi kalau ada perang, sehingga pasokan pangan bagi negara-negara pengimpor pangan tidak lancar dan mengancam ketahanan pangan masyarakat.
Pohon Sukun sebagai Pemelihara Iklim.
Pohon sukun yang canopy-nya lebat dalam pertanaman yang luas dapat memperlambat pemanasan bumi. Pohon sukun dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia. Sukun yang terbaik dari beberapa survey dari Pulau Bawean, Sulawesi Selatan dan Banyumas. Inventarisasi dan keberadaan varitas-varitas sukun masih sangat perlu dilakukan. Sukun berasal dari Kepulauan Maluku dan Papua.
Pohon Sukun sebagai Produsen Karbohidrat.
Sebagai produsen karbohidrat, produktivitas tanaman sukun bila ditanam sebagai tanaman perkebunan menghasilkan 87,48 ton karbohidrat/ ha/ th (Widowati S, 2009), 40,82 ton karbohidrat/ha/th (Supriyati, Y. 2010) atau 37, 80 karbohidrat/ha/th (Angudi, S. 2011). Perbedaan hasil itu dapat disebabkan karena varietasnya, umur tanamannya dan kesuburan tanahnya. Bila dibandingkan dengan tanaman padi, padi hanya menghasilkan karbohidrat 4,91 ton/ha/tahun dari dua kali bertanam.
Sekali bertanam, sukun dapat terus berbuah sampai 40 tahun. Tanaman sukun diasumsikan dapat berbuah sampai 40 tahun, maka selama waktu itu tanaman sukun terus berbuah tanpa harus mengolah tanah lagi. Bahkan Pohon Sukun Pancasila di Endeh Flores sudah berumur 90 tahun masih berbuah. Maka ini merupakan suatu penghematan tenaga, uang dan waktu. Bila bertanam padi, serealia yang lain ataupun ubi-ubian maka selama 40 tahun itu harus menggarap sawah 80 kali, jagung 80 kali, keladi 40 kali, sorghum 80 kali, ubi kayu 60 kali, dan ubi jalar 80 kali. Selain penghamburan uang, tenaga dan waktu, penggarapan lahan yang puluhan kali untuk menanam serealia itu memproduksi karbondioksida yang memicu pemanasan bumi.
Tanaman sukun tidak memerlukan bendungan dan saluran irigasi. Karena itu biaya untuk memproduksi karbohidrat tanaman sukun jauh lebih murah dan efisien dari pada tanaman padi.
Pengendalian gulma, hama dan penyakit untuk tanaman sukun sangat minim. Pohon sukun hanya memerlukan pengendalian gulma waktu pohon belum produktif. Sesudah besar, tidak perlu lagi pengendalian gulma. Pohon sukun hampir tidak memerlukan pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Pohon sukun merupakan pohon peneduh yang dapat ditanam di perkotaan dalam program Urban Landscaping, pembersih karbondioksida di perkotaan dan Urban Agriculture untuk menambah karbohidrat di perkotaan.
Kayu pohon sukun dapat digunakan untuk bahan industri perabotan dan kerajinan bagi UMK.
Daunnya mengandung bahan farmakologi.
Buah Sukun.
Buah sukun dapat dibuat bermacam-macam makanan dan camilan secara langsung tanpa harus mejadikannya tepung sukun lebih dahulu. Yang paling populer dan telah dijual sebagai bahan camilan adalah goreng sukun dan keripik sukun yang dikemas secara rapih. Tetapi buah sukun secara langsung dapat dibuat menjadi apem, bronoreo, bubur sumsum,kering sukun, rendang, sayur lodeh, sambal goreng, bolu, cimplung, donat, dodol, gethuk, kastengel kroket, kolak, klepon, legit, lapis, lumpia basah sukun, nastar, kue bongko, nagasari, perkedel, pastel, urap sukun,
Olahan buah sukun secara langsung menjadi pangan dapat dilakukan dengan disangrai/ disangan, digoreng, dibakar, dikukus lalu dikeringkan di bawah sinar matahari atau di dalam tungku dan ditambah saus.
Cara memasak buah sukun langsung menjadi makanan dan camilan tersebut dapat dilihat di Google pada: https://sukunkafpunpad2.blogspot.com
Tepung Sukun.
Tepung sukun merupakan bahan baku yang fleksibel untuk industri pengolahan lanjutan, aman dalam distribusinya, menghemat ruangan, tahan lama dan menghemat biaya penyimpanan.
Tepung sukun merupakan bahan pembuat kue dan bahkan dapat menjadi makanan pokok tambahan. Tepung sukun dapat dibuat menjadi Kue Tradisional, Kue Basah, Kue Kering, Roti dan Mie. Jenis kue dan makanan tradisional, kue basah, kue kering, roti dan mie sangatlah banyak di mana tepung sukun dapat dimanfaatkan di situ. Kue-kue yang dibuat merupakan campuran tepung sukun dengan tepung karbohidrat lainnya atau tidak dicampur.
Berbagai makanan tradisional dan kue basah dapat dijalankan oleh pembuat kue Usaha Mikro dan Usaha Kecil. Sedangkan pembuatan kue kering, roti dan mie dapat dilakukan oleh Industri Pangan Menengah dan Industri Pangan Besar.
Penjelasan secara garis besar tentang pembuatan kue tradisional, kue basah, kue kering, roti dan mie dibaca di Google pada https://sukunkafpunpad3a.blogspot.com tetapi tidak dijelaskan satu-satu jenisnya karena terlalu banyak.
Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan.
Ekonomi Kerakyatan dalam hal ini adalah kegiatan berekonomi yang dilakukan oleh Koperasi, Pesantren dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Ekonomi Kerakyatan dapat menyangkut lebih luas lagi bila gerakan Perekonomian Berbasis Masjid sudah terbentuk.
Dengan Ekonomi Kerakyatan diharapkan produksi dan pemasaran tepung sukun dan turunannya dikuasai oleh rakyat. Bila Perekonomian Rakyat sudah mumpuni, mereka dapat bergabung dalam kelompok-kelompok yang dapat melayani kebutuhan industri pangan dan industri pakan skala besar dalam negeri maupun untuk tujuan eksport yang biasanya memerlukan tepung sukun dalam jumlah besar sekaligus.
Manfaat dan potensi pohon sukun, buah sukun dan tepung sukun hanya akan menjadi kenyataan bila masyarakat mengetahui manfaatnya. Untuk itu perlu penyuluhan dan praktek yang dilakukan masyarakat dengan institusi pemerintah dan organisasi massa sebagai penyuluh dan pelatih.
Kementerian yang bersangkutan semisal Kementerian Koperasi & UMK, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Ketahanan Pangan, MUI-Ekonomi Kerakyatan, Muhammadiyah, NU, Syarikat Islam, Persis, Persatuan Umat Islam (PUI) dapat mengadakan penyuluhan dan mengajari masyarakat untuk memanfaatkan potensi tanaman ini.
Pemerintah Daerah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota juga dapat mengadakan penyuluhan dan praktek memanfaatkan sukun.
Swasta, Koperasi dan Perusahaan Swasta yang mempunyai dana Company Social Responsibility (CSR) juga dapat berperan dalam usaha ini.
Urutan Langkah-langkah yang Diperlukan.
Tahap 1. Menyadarkan masyarakat akan nilai ekonomi sukun dan tepung sukun sebagai sumber makanan dan masakan.
Contoh-contoh makanan/ masakan yang dapat dibuat langsung dari buah sukun dapat dibaca pada Google https://sukunkafpunpad2.blogspot.com
Kementerian, Pemda, Ormas dan Swasta dapat menyuluhkan dan melatih membuat tepung sukun dari buah sukun tanpa mesin maupun dengan mesin. Saat ini harga tepung sukun masih mahal karena masih jarang yang membuat.
Tahap 1 itu sangat penting. Karena itu Kementerian, Pemda, Ormas dan Swasta seyogyanya betul-betul mempersiapkan beberapa Pilot Projek Penyuluhan dan Pelatihan di beberapa tempat.
Sebagai gagasan, Penyuluh Sukun sebaiknya ahli makanan/ kuliner. Sasaran penyuluhan antara lain ibu-ibu PKK di desa, para UMK, pesantren, pemuda-pemudi Karang Taruna, Remaja Masjid di dekat Pilot Projek.
Ambasador Sukun. Sangat bagus bila Kemen, Pemda, Ormas dan Swasta mempunyai Ambasador Sukun, yaitu yang mampu memotivasi, bukan hanya memberi penyuluhan. Ambasador Sukun diangkat dan dipilih dari Penyuluh-penyuluh Sukun,
Festival Makanan Sukun. Kemen, Pemda, Ormas dan Swasta dapat membuat Festival Makanan dari sukun pada hari-hari peringatan.
Pada 10 Januari Hari Gerakan Satu Juta Pohon Dunia, tanggal 25 Hari Gizi dan Makanan Dunia. Tanggal 28 Februari Hari Gizi Nasional. Tanggal 21 Maret Hari Hutan Dunia. Tanggal 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional. Tanggal 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila, tanggal 21 Juni Hari Krida Pertanian. Tanggal 12 Juli Hari Koperasi. Tanggal 17 Agustus Hari Kemerdekaan. Tanggal 24 September Hari Tani Nasional. Tanggal 16 Oktober Hari Pangan Sedunia. Tanggal 21 Nopember Hari Pohon Internasional dan tanggal 28 Nopember Hari Menanam Pohon Nasional.
Pada Hari-hari Peringatan itu adalah momentum yang baik untuk mengadakan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan Festival Makanan.
Tahap 2. Pemda, Ormas dan Swasta menyuluhkan tentang penanaman, pemeliharaan tanaman, perbanyakan dan panenan buah sukun. Kemen, Pemda, DPR dan DPRD mungkin dapat merencanakan lahan-lahan terlantar menjadi daerah pertanaman sukun sebagai tanaman reboisasi.
Tahap 3. Penyuluhan dan latihan masyarakat berbisnis berbasis tepung sukun oleh Dinas Koperasi&UMK dan IKOPIN
SUKUN, PENJAGA IKLIM dan PANGAN MASA DEPAN, https://sukunkafpunpad1.blogspot.com
SUKUN dan TEPUNG SUKUN SEBAGAI BAHAN PANGAN dan BAHAN INDUSTRI, https://sukunkafpunpad2.blogspot.com
POTENSI EKONOMI TEPUNG SUKUN UNTUK MENGANGKAT EKONOMI KERAKYATAN, https://sukunkafpunpad3a.blogspot.com
PETA JALAN MEMELIHARA IKLIM, MEMPRODUKSI KARBOHIDRAT dan MENGANGKAT EKONOMI KERAKYATAN https://sukunkafpunpad4.blogspot.com
Kelompok Tepung Sukun, Keluarga Alumni Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. . Alamat: HP: Tito +62 812 7563 7855; email: titodaswarsaid@gmail.com, angudiwatugiri@gmail.com
Komentar
Posting Komentar